Video Luna Maya Heboh

BBCHot – Video perbincangan Luna Maya bersama dengan drh Moh Indro Cahyono terkait corona menjadi heboh di media sosial.Dalam video tersebut muncul satu pertanyaan yang kemudian dinilai menyepelekan virus corona Covid-19.

“Covid-19 ini membuat sakit tetapi tidak ganas dan membunuh seperti yang ada di media” ujar drh Indro dalam video yang diunggah akun fanbase Luna Maya di instagram.

“Belum pernah satupun ada yang meninggal hanya karena Covid-19” lanjut dokter hewan yang tengah mendalami ilmu virologi tersebut.

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan,Dr dr Agus Dwi Susanto,SpP memberikan penjelasan bahwa anggapan tersebut tidaklah benar.Fakta yang kita lihat adalah kasus kematian akibat virus corona yang ada di Indonesia dilaporkan terus bertambah setiap harinya.

“Fakta yang kita lihat tingkat kematian di Indonesia 8,8 sampai 9 persen dan setiap hari diumumkan sekian orang meninggal karena Covid-19,terus itu meninggalnya dikarenakan apa?” ujar Dr Agus Dwi Susanto

Dalam video perbincangan antara Luna Maya dengan drh Indro juga menyebutkan bahwa pasien corona yang meninggal selalu memiliki penyakit penyerta.Menurut dr Agus pernyataan terkait tidak ada yang meninggal karena virus corona terseut tetap harus diluruskan.

Situs Judi Slot Online

“Secara rasional kita belum ada data berapa persen pasien komorbid tapi kalau di salah satu rumah sakit rujukan ada komorbid berkisar antara 80 hingga 85 persen dan tidak ada komorbid sama sekali sekitar 15 persen” tegasnya.

“Dan sekarang statement tersebut menurut saya itu statemen yang salah karena seandainya pasien itu dengna komorbid tidak terkena corona maka orang itu masih bisa survive.Artinya bahwa apabila ada komorbid pada covid-19 akan menyebabkan kondisi penyakit tersebut terjadi pemburukan yang lebih cepat” lanjutnya.

Bahkan menurut dr Agus,faktanya ada pasien virus corona yang meninggal tanpa disertai penyakit lain.

“Ada yang tidak memiliki komorbid,15 persen data dirumah sakit rujukan meninggal tanpa komorbid.Usianya muda dan bahkan ada yang masih bayi,ada yang usia remaja dan tidka ada komorbid tetapi meninggal.Sudah ada kenyataan bahwa itu terjadi”kata dr Agus kembali menegaskan.(Artikel Asli di Detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Like us on Facebook