Gaji Pemain Akan Dipotong Karena Serie A Dihentikan

Pemberhentian sementara Serie A yang dikarenakan pandemi virus corona membuat kemunculan opsi pemotongan gaji para pemain.

Terlapor hingga kamis sudah ada 219.345 kasus corona dengan tingkat kematian mencapai 8.969 jiwa dan 85.745 yamg sembuh.Italia menjadi negara kedua terparah karena virus corona ini setelah China dengan jumlah penderita mencapai 35.713 kasus dengan tingkat kematian mencapai 2.978 orang.

Oleh karena itu segala kompetisi harus dihentikan sementara setidaknya hingga 3 April namun masa penangguhan tersebut bisa lebih lama karena kondisi yang ada saat ini makin parah dan ini menjadi kabar buruk bagi para penggemar Serie A yang harus puas melihat aksi para pemain kesayangannya terlebih lagu untuk klub da juga pemain yang paling terasa dampaknya.

Terhentinya kompetisi ini tentuanya juga mempengaruhi roda perekonomian karena klub tidak mendapat pemasukan dari hak siar televisi,tiket pertandingan dan juga penjualan merchandise.

Pemasukan yang seret pasti akan berimbas kepada pengetatan pengeluaran dan salah satunya adalah gaji pemain.Serie A adalah tiga besar kompetisi dengan gaji tertinggi di Eropa dan salah satunya adalah Juventus.

Juventus adalah salah satu klub yang mempunya pemain bergaji besar di Italia dengan Christiano Ronaldo pada posisi teratas dengan gaji 30 juta euro per musimnya.Namun dengan terhentinya kompetisi saat ini,kabarnya beberapa klub Serie A sudah meminta kepada Federasi Sepakbola Italia untuk meminta keringanan dengan memotong maksimal 30 persen gaji para pemainnya.

Apabila opsi itu disetujui maka Ronaldo akan terpotong sekitar 9 juta euro di musim ini namun FIGC akan lebih dulu membicarakan ini dengan asosiasi pemain dan juga Serie A.

“Bukan hal tabu jika bicara soal pemotongan gaji. Kita semua harus paham bahwa kondisi darurat ini berlaku untuk semua orang dan kita pun harus mampu untuk berubah. Kami meminta mereka untuk menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar,” ujar Presiden FIGC, Gabriele Gravina, kepada Radio 24.

Terkait hal tersebut,Damiano Tomassi selaku Presiden Asosiasi Pemain sepakat dengan ide tersebut demi kebaikan klub dan kompetisi kedepannya.

“Kami semua punya kepentingan untuk bisa menjaga keseimbangan ekonomi dan untuk alasan ini, kami semua harus mengevaluasi berbagai aspek saat ini,” tutur Tomassi.

“Berkurangnya pemasukan, penundaan kompetisi, pembatalan event, kontribusi pemerintah, bantuan federal, bantuan dari institusi internasional. Semua elemen itu akan mempengaruhi para pemain.” (Artikel Asli dari Detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Like us on Facebook